Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gerakan Literasi di Kota Jalur

 “Sebagai ketua FTBM dan penggiat literasi di Kuansing, Ibu Nelvi sangat antusias dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat yaitu dengan memasukkan dasar-dasar literasi dalam agenda kegiatan taman bacaan yaitu Literasi Finansial dengan mendirikan Kelompok Tani Budidaya Jamur Tiram Putih di Desa Sungai Keranji.”

- Viola Marsha -

Gerakan Literasi di Kota Jalur

Ibu Nelvia Roza adalah perempuan penembus batas dalam membumikan literasi asal Kota Jalur. Ia menjadi perintis Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kuansing (Kuantan Singingi). Hal itu ia lakukan bukan serta merta, ada alasan yang akan penulis ceritakan berikut ini.

Kota Jalur adalah sebutan sebuah Kabupaten di Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi. Perkembangan zaman terus menggerus adat dan kebiasaan masyarakat di sana, baik dari kalangan mampu sampai kepada masyarakat menengah dan miskin, peradaban yang kian hilang dan luntur akibat pengaruh beberapa hal, mulai dari teknologi sampai pada gaya hidup yang mengikuti trend yang kekinian. Banyak hal yang tidak terpecahkan dan salah satunya adalah tentang gerakan literasi untuk menunjang kegiatan dan taraf kehidupan masyarakat yang kini mulai dihidupkan oleh komunitas-komunitas kecil yang berada di beberapa desa di Kabupaten Kuantan Singingi ini. 

Kata “literasi” di tempat ini sangatlah asing karena memang belum adanya pemberdayaan lebih lanjut walau sebagian kecil sudah adanya kegiatan yang digagas masyarakat yang peduli dengan literasi. Gagasan demi gagasan diluncurkan tapi belum mendapat perhatian khusus dari instansi terkait. Miris memang ketika kita melihat gerakan lain yang sama dapat  disambut baik oleh kalangannya. 

Ada banyak hal yang membuat gerakan ini tidak bergerak di antaranya adalah dukungan, perhatian dan sosialisasi kepada masyarakat lebih lanjut dan itulah yang membuat Ibu Nelvia Roza dan teman-temannya tergugah untuk mendirikan sebuah taman baca di Desa Sungai Keranji yang berada di Kecamatan Singingi. Untuk taman baca ini ada beberapa komunitas dan ada juga yang berada dalam salah satu program PKK dan program PKBM, namun mati suri karena tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh instansi pemerintah. 

Akhirnya, Ibu Nelvia Roza mendirikan FTBM Kuansing yang menaungi seluruh TBM yang ada di Kuantan Singingi. Semenjak keberadaan Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kuansing yang diresmikan pada bulan Februari 2019, mulai digerakkan lagi TBM-TBM meski berjalan pelan tapi paling tidak terlihat berjalan di beberapa desa di antaranya adalah:

Taman Baca Masyarakat  Insani
Terletak di Desa Sungai Keranji yang digagas oleh beberapa tokoh masyarakat sampai saat ini masih bergerak secara mandiri karena belum tersentuh oleh bantuan-bantuan pemerintahan desa meski sudah memiliki SK desa dan telah berdiri selama 3 tahun. Namun sampai saat ini masih terus bergerak dan program unggulannya adalah mengadakan les gratis alias Bimbel untuk semua umur dan semua mata pelajaran menurut tingkat kesulitan anak dan gerakan inklusi sosial berupa pembudidayaan jamur tiram putih untuk membantu ekonomi keluarga. 

Taman Baca Masyarakat  Perintis Literasi
Terletak di Desa Kuantan Sako, TBM ini adalah salah satu program PKK  dipelopori oleh para guru yang mencintai literasi. TBM ini berdiri hampir sama dengan TBM Insani sekitar 3 tahun lebih berjalan. TBM ini cukup mendapatkan respon, baik dari pemerintahan desanya. Walau sedikit dana yang dikucurkan tetapi rutin jadi masih bisa menjaga kestabilan kerja TBM dalam bergerak. Masyarakat di desa ini cukup bisa beradaptasi dengan keberadaan taman baca ini dan mendapat respon baik dari kalangannya dan pernah mengikuti lomba Perpustakaan Provinsi Riau dan mendapatkan Juara Harapan.
........................
Kisah lengkap "Gerakan Literasi di Kota Jalur" dapat anda baca di buku Membumikan Literasi.
Membumikan Literasi.


Posting Komentar untuk "Gerakan Literasi di Kota Jalur"