Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berliterasi Membangun Jiwa

 “Atas dukungan para guru dan teman-temannya, ia pun mulai membuka donasi buku untuk pergerakan literasinya. Setelah buku terkumpul, ia selalu berkeliling di akhir pekan dari satu tempat ke tempat lainnya.”

- Hana Putri Lestari - 

Berliterasi Membangun Jiwa

Setiap orang punya mimpi dan keinginan untuk  membangun sebuah peradaban dalam pergerakan literasi dan memberikan edukasi di setiap perkembangannya. Banyak dari mereka yang ingin mengasah kebiasaan untuk gemar membaca kepada generasi muda dengan banyak perjalanan dan cerita yang menjadi kisah. Apalagi di era perkembangan teknologi saat ini yang sangat cepat membantu peradaban baru terhadap dunia literasi, karena literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis saja tetapi menerapkannya di perjalanan kehidupan. Hal itulah yang dilakukan Hana Putri Lestari, seorang anak remaja yang masih duduk di bangku SMA.

Kisah perjuangannya dalam dunia literasi dimulai ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia membuka peluang baru dalam kecintaannya di dunia literasi dengan memberikan hal menarik terhadap lingkungan sekolah. Hal menarik yang dimaksud adalah gerakan literasi. Karena ia merasa prihatin dengan minat baca generasi muda yang sangat minim, sehingga ia memutuskan untuk melakukan terobosan melalui kegiatan menulis, membaca, mendongeng dan hal lainnya. 

Atas dukungan para guru dan teman-temannya, ia pun mulai membuka donasi buku untuk pergerakan literasinya. Setelah buku terkumpul, ia selalu berkeliling di akhir pekan dari satu tempat ke tempat lainnya. Begitu banyak kesulitan yang ia lewati dengan menyusuri sungai, sawah dan pepohonan yang besar.

Untuk kegiatan awal, ia ingin menyasar anak-anak yang putus sekolah dan juga anak-anak yang jauh dari daerah kota dengan keterbatasan akses yang membuat mereka hanya mengandalkan fasilitas seadanya saja. Sehingga ia sering bermain dengan anak-anak sehingga cukup akrab terhadap anak-anak yang membuat anak-anak lebih dekat dan ikut di dalam kegiatannya. Memang harus paham memainkan peran terhadap lingkungan untuk lebih luas lagi dalam menggerakkan kegiatan literasi. Selalu ada kebahagian terpancar ketika ia melihat senyum dan gelak tawa anak-anak dan masyarakat sekitar, serta menjadi obat semangat meski jarak yang ia tempuh cukup jauh. 

Selama menjalankan pustaka kelilingnya, banyak sekali masyarakat dan anak-anak yang begitu antusias terhadap taman baca yang ia gerakkan. Namun, banyak juga penolakan dan kata-kata yang memang tak enak didengar. Tapi itu hanya terjalan kecil, karena ada niat dalam dirinya yang lebih besar dari itu dengan membiasakan minat baca terhadap para generasi milenial itu sangat luar biasa harus punya gerakan yang lebih peka terhadap mereka. 

Kegiatan pertamanya dalam membentuk kebiasaan itu tidak mudah. Ia pun bertekad untuk selalu berusaha menjalankan gerakan literasi yang terus menerus. Kegiatan pun terus ia lakukan dengan terjun langsung ke masyarakat dan di sana masyarakat bercerita akan kehidupan mereka, harapan terhadap anak-anak mereka dan juga kepada generasi muda. Kalo bukan para generasi muda yang membuka peluang terhadap masyarakat,  siapa lagi?
..............................
Kisah lengkap "Berliterasi Membangun Jiwa" dapat anda baca di buku Membumikan Literasi.
Membumikan Literasi


Posting Komentar untuk "Berliterasi Membangun Jiwa"