Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melalui Program Perpustakaan Keliling dan Tarik Sampah, Limbah Pustaka Ajak Warga Peduli Literasi dan Lingkungan


Sampah menjadi masalah yang tidak asing lagi di Indonesia ini. Bagaimana tidak, per hari saja, sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 67 juta ton, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada bulan Februari lalu. Sampah sebanyak itu tersebar terutama di kota-kota besar, dan bahkan sudah masuk di wilayah pedesaan. Akibatnya, seringkali kita dengar isu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Sebut saja banjir di Jakarta, terancamnya Kawasan Konservasi Mangrove (KKM) di Tarakan dan pesisir pantai daerah lain, pencemaran sungai, dan masih banyak lagi dampak fatal lainnya.

Melihat hal tersebut, banyak gerakan pemerhati sampah yang muncul, salah satunya adalah Limbah Pustaka di Purbalingga. Sekalipun pada awalnya adalah perpustakaan desa, Limbah Pustaka memiliki program unik yang sangat konsen terhadap lingkungan. “Program Perpustakaan Keliling dan Tarik Sampah ini bertujuan agar warga masyarakat Desa Muntang peduli literasi dan lingkungan hidup. Karena bagaimana pun juga, sangat tidak nyaman ketika kita melihat sampah bertebaran dan membuat desa kita terlihat kotor.” Ungkap pengelola Limbah Pustaka, Raden Roro Hendarti, S.Sos.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara motor roda 3 dipersiapkan terlebih dahulu, dengan meletakkan rak buku disisi kiri, kanan dan depan, dan diisi buku-buku yang dibutuhkan.  Dipersiapkan juga buku pengunjung dan peminjam Perpustakaan Keliling, buku catatan tabungan Bank Sampah, timbangan, spidol dan disinvektan.  Selanjutnya, armada roda 3 keliling menarik sampah warga baik yang sudah terpilah maupun belum sambil membawa buku.  Warga bisa setor sampah sekaligus meminjam buku atau salah satu di antara keduanya.  Sampah yang sudah terangkut kemudian dibawa ke Bank Sampah, yang nantinya akan dipilah oleh relawan, dan buku yang dipinjam bisa dikembalikan bila Limbah Pustaka keliling lagi atau langsung dikembalikan ke perpustakaan.

Lalu, apakah sampah yang terkumpul dibuang begitu saja? Tidak. Khusus sampah dari botol, kain, dan limbah plastik, diolah kembali menjadi bahan kerajinan tangan. Kegiatan kerajinan olah sampah dilakukan oleh masyarakat yang sudah mengikuti pelatihan di Limbah Pustaka. Setelah jadi, hasil kerajinan tangan tersebut akan dijual, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dengan program ini, peran Limbah Pustaka terhadap lingkungan hidup dan masyarakat sangatlah penting.  Limbah Pustaka bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat yang positif.  Kegiatan yang lain pun bisa dilakukan di Limbah Pustaka, di antaranya; baca dan pinjam buku, internet gratis, belajar baik online maupun biasa, pelatihan, penelitian, penyuluhan dan lain sebagainya.  Banyak ilmu yang ada di Limbah Pustaka, ilmu ini harus terus disampaikan kepada masyarakat, terutama ilmu yang berguna bagi masyarakat.

Semoga program Limbah Pustaka ini menjadi inspirasi yang dapat dicontoh perpustakaan desa lainnya di seluruh Indonesia, sehingga literasi dan peduli lingkungan terus berjalan beriringan. Dengan demikian, masalah sampah di negeri ini sedikit demi sedikit akan terkurangi.[] 

Dokumentasi Kegiatan Limbah Pustaka

Dokumentasi Kegiatan Limbah Pustaka

Posting Komentar untuk " Melalui Program Perpustakaan Keliling dan Tarik Sampah, Limbah Pustaka Ajak Warga Peduli Literasi dan Lingkungan"