Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Geliat Perpustakaan Desa Demi Mencerdaskan Bangsa

Geliat Perpustakaan Desa Demi Mencerdaskan Bangsa

Penulis : Ika Puspita Dewi
Ditulis dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa dengan tema Dari Desa Membangun Bangsa

Suka Duka Membangun dan Mengembangkan Perpustakaan Desa

Melihat fenomena era sekarang di mana anak-anak hanya bermain gadget saja. Gadget menjadi teman sehari-hari mereka. Padahal seharusnya anak-anak bisa bebas bermain dengan teman sebayanya. Hal ini menimbulkan dampak yang buruk bagi tumbuh kembang anak. Di desa kami memang sebagian besar bermata pencaharian sebagai karyawan pabrik karena Wilayah merupakan daerah perindustrian. Jadi tidak mustahil apabila banyak anak-anak di desa kami yang tidak diasuh langsung oleh orang tua mereka. Sehingga gadgetlah yang seolah-olah menggantikan peran orang tua dan menemani hari-hari mereka.

Berangkat dari hal itu. Saya sebagai Perangkat Desa Cangkringmalang yang melihat dan menyayangkan buku-buku hibah tersebut, hanya berada dalam kardus selama 4 tahun tidak terjamah sedikitpun. Pada akhirnya memutuskan untuk merawat buku-buku tersebut. Kemudian saya merekrut tenaga pengelola perpustakaan yang mempunyai visi dan misi sama, yaitu membangun literasi 'Dari Desa Membangun Bangsa'. Kami memberanikan diri untuk sebuah tekad dan semangat membangun literasi di desa kami. Saat ini tenaga perpustakaan kami berjumlah 5 orang yang terdiri 1 Perangkat Desa dan 4 orang dari ibu-ibu PKK. Dengan ruangan Perpustakaan Desa Cangkringmalang 3x3 m2, sebenarnya perpustakaan kami masih belum dikatakan memenuhi kriteria. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad dan semangat untuk tetap menggelorakan literasi.

Setelah dibukanya perpustakaan kami, apakah pasti akan ramai pengunjung? Jawabnya TIDAK!. Karena Warga Masyarakat kami minat bacanya masih terbilang rendah. Kendala lainnya juga terdapat pada lokasi perpustakaan kami yang berada di Kantor Desa. Tempat ini  kurang strategis sehingga membuat masyarakat kurang berminat datang ke perpustakaan. Banyak yang kami lakukan untuk menarik minat baca warga. Salah satunya dengan kegiatan perpustakaan keliling. Kenapa kami lakukan? Karena Warga masih enggan dan kurang sadar akan pentingnya peran perpustakaan. Lebih mudah menggunakan gadget yang ada di genggaman daripada harus repot-repot pergi ke perpustakaan. Walhasil perpustakaan desa kami tak banyak pengunjung, tak lebih dari 10 orang tiap harinya.

Melihat fakta demikian, maka kami membuat gebrakan dan berbagai inovasi untuk mengembangkan Perpustakaan Desa Cangkringmalang “Cerdas Desaku”.

Agar terciptanya tujuan dan visi misi Perpustakaan Desa “Cerdas Desaku”, saya dan pengurus perpustakaan membuat program-program yang akan dilakukan guna menarik minat baca masyarakat khususnya bagi anak-anak, di antaranya :

  • Perpustakaan Keliling
  • PUSKAMLING (Perpustakaan Pos Kamling) dan Rumah Baca
  • PUJANGGA ( Pustaka Jangkau Keluarga )

Dengan program perpustakaan keliling, ternyata cukup efektif untuk mengembangkan literasi di 13 Dusun yang ada di desa kami. Layanan perpustakaan keliling ini dilaksanakan pada minggu pertama, kedua, dan keempat. Dalam kegiatan perpustakaan keliling. Anak-anak tidak hanya membaca buku saja tetapi anak-anak bisa mewarnai, bermain permainan tradisional, mendongeng, pembelajaran ensiklopedia, reading class bagi anak-anak yang belum bisa membaca pada usia tertentu, juga implementasi dari buku perpustakaan. Implementasi dilakukan dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang nantinya bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat sekitar. Dengan bertambahnya minat baca dan tingkat berliterasi masyarakat, Pemerintah Desa Cangkringmalang mulai mengalokasikan dana untuk mengembangkan Perpustakaan Desa Cangkringmalang “Cerdas Desaku”. Sehingga perpustakaan kami bisa dimanfaatkan oleh warga di 13 Dusun dengan mudah dan terjangkau. Salah satunya dengan mendirikan beberapa PUSKAMLING (Perpustakaan Pos Kamling) dan Rumah baca.


PUSKAMLING (Perpustakaan Pos Kamling) dan Rumah Baca

PUJANGGA ( Pustaka Jangkau Keluarga )

Kami memfasilitasi Puskamling dan rumah baca tersebut, dengan buku–buku dari Perpustakaan Desa dan beberapa permainan tradisional. Setiap minggunya kami merolling buku dari PUSKAMLING / rumah baca satu ke yang lainnya. Agar buku yang dibaca tidak membosankan bagi pemustaka.

Pada akhirnya Kegiatan kami memberikan dampak positif bagi Masyarakat Desa Cangkringmalang. Khususnya mereka yang masih anak-anak. Kehadiran Perpustakaan Desa di tengah-tengah masyarakat Cangkringmalang  ternyata menjawab kebutuhan mereka berliterasi. Dengan gagasan PUSKAMLING dan rumah baca di setiap Dusun. Hal ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat sebagai pusat kegiatan belajar dan bermain.

Melihat geliat Perpustakaan Desa Cangkringmalang “Cerdas Desaku”. Pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Desa Cangkringmalang “Cerdas Desaku”. Salah satunya yaitu kami dipercaya untuk menjalankan pilot project: Pustaka Jangkau Keluarga (PUJANGGA).

PUJANGGA adalah layanan peminjaman buku jemput bola. Kami meminjamkan buku secara door to door ke masing-masing KK (Kepala Keluarga). Dalam satu paket, terdiri atas 5 eksemplar buku per KK. Sedang masa peminjaman adalah 3 minggu, dan akan kami ambil kembali untuk di rolling untuk KK yang lainnya.

PUJANGGA ( Pustaka Jangkau Keluarga )

Tujuan kegiatan Pujangga ini adalah mendekatkan buku kepada masing-masing KK. Mengingat, buku sekarang sudah digantikan oleh kehadiran gadget dan perkembangan teknologi digital lainnya.

Kisah Inspiratif dan Menarik di Perpustakaan Desa

Pada saat saya dan pengurus Perpustakaan Desa Cangkringmalang “Cerdas Desaku” melakukan giat literasi perpustakaan keliling. Seperti biasa antusias anak-anak menunggu kami hadir sangatlah menggebu. Saat itu saya melihat anak disabilitas duduk di antara teman-teman lainnya. Setelah waktu membaca usai, saya membagikan kertas bergambar. Saat itu saya tidak menyadari jika anak tersebut sangat menunggu diberi kertas bergambar. Setelah saya memberi kertas bergambar, anak itu langsung bergegas dan terlihat senangnya bukan main!  Ia mendapatkan kesempatan untuk mewarna dan melakukannya dengan penuh semangat. Pemandangan tersebut membuat saya merasa tergugah. Bahwa sesungguhnya anak-anak yang mempunyai keterbatasan masih sangat dan perlu perhatian dalam berliterasi.

Di rumah baca yang ada di salah satu dusun binaan kami, Perpusdes Cangkringmalang. Ada beberapa anak-anak yang belum bisa membaca pada usia 6 tahun. Memegang buku saja enggan karena bagi mereka gadget lebih mengasyikan. namun lama kelamaan saking seringnya dia diajak teman-temannya ke rumah baca. Akhirnya dia juga mau membaca meskipun dilakukan masih dengan mengeja dan terbata-bata.

Dengan kegigihannya dan kontinu berkunjung ke rumah baca. Dia bisa membaca dengan lancar. Orang tuanya pasti sangat senang dan antusias dengan adanya rumah baca di Dusun mereka. Karena terbukti telah membawa dampak positif bagi tumbuh berkembangnya anak.

Pengaruh Perpustakaan Desa terhadap Kesuksesan Seseorang/Masyarakat

Selain literasi anak, Perpustakaan Desa juga mengembangkan literasi kesejahteraan bagi Warga sekitar. Hal ini dilakukan dengan mengaplikasikan pelatihan-pelatihan yang berasal dari buku perpustakaan. Di antaranya adalah bercocok tanam dengan metode hidroponik. Juga membuat kerajinan dari kain perca dan kain flanel.

Warga terlihat sangat antusias dengan diadakannya kegiatan tersebut. Sebut saja Ibu Yuyun seorang Ibu rumah tangga. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan di Perpustakaan Desa Cangkringmalang, Ibu Yuyun sudah bisa bertanam dengan metode hidroponik sampai memasarkan hasil tanamannya. Sehingga Ibu Yuyun bisa menambah penghasilan keluarga.

Contoh lain adalah Ibu Risa. Seorang Ibu Rumah Tangga yang setelah mengikuti pelatihan di Perpustakaan Desa Cangkringmalang bisa membuat kerajinan tangan dari flanel dan kain perca. Kini dia sudah bisa menjual hasil karyanya dan mempunyai penghasilan tambahan.

Semua bisa dilakukan dari perpustakaan. Perpustakaan menyediakan berbagai macam informasi, edukasi dan inovasi. Maka dari itu peran Perpustakaan amatlah penting bagi kehidupan Masyarakat. Bersama Perpustakaan kita bisa membangun Bangsa.

Salam Literasi!!!



BIODATA PENULIS


Nama : Ika Puspita Dewi
Tempat Tanggal Lahir : Pasuruan, 26 September 1985
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Dusun Selorawan Rt.03/Rw.07 Desa Cangkringmalang Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur
No. HP : 085749645325


Foto Perpustakaan Desa Cangkringmalang Cerdas Desaku





Posting Komentar untuk "Geliat Perpustakaan Desa Demi Mencerdaskan Bangsa"