Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cahaya Ilmu dan Peradaban: Jatuh Bangun Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah Deli Serdang Sumatera Utara

Cahaya Ilmu dan Peradaban Jatuh Bangun Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah Deli Serdang Sumatera Utara

Penulis: Sofyan
Ditulis dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa dengan tema Dari Desa Membangun Bangsa

Sekilas tentang Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera

Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera satu di antara ranting Muhammadiyah Cabang Tanjung Sari Medan, yang terletak di Desa Lau Bekeri Kutalimbaru Deli Serdang Sumatera Utara. Berjarak sekitar 50 km dari ibukota Sumatera Utara, ranting ini berada dipinggiran kota Medan, berdiri pada tahun 1999 di tengah penduduk yang mayoritas masyarakat non Muslim Karo. 

Perjalanan dan perkembangan ranting ini sendiri berjalan dengan lamban, karena berada di antara masyarakat yang masih berpegang teguh pada adat dan tradisi serta penduduk Suku Karo non Muslim. 

Kegigihan dan perjuangan pengurus ranting yang hanya beberapa orang ditambah dengan anggota serta simpatisan mampu mempertahankan eksistensi ranting ini sehingga dapat berperan aktif di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan. 

Para pengurus ranting, anggota dan simpatisan memiliki semangat untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang sunni, sesuai tuntunan Nabi saw. dan cita-cita pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.

Eksistensi Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera ditunjukkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial. Bidang keagamaan menyelenggarakan pengajian sebulan dua kali baik pengajian bapak-bapak maupun ibu-ibu Aisyiahnya, pengajian cabang sebulan sekali. 

Di bidang pendidikan mendirikan Taman Kanak-Kanak Raudatul Atfal Aisyiah dan perpustakaan masyarakat, inilah satu-satunya ranting yang memiliki perpustakaan di Cabang Muhammadiyah Tanjung Sari Medan. Kelebihan ranting ini yang tidak dimiliki ranting lain. 

Di bidang kegiatan sosial mendirikan KKM (Kegiatan Kesejahteraan Masyarakat) seperti melaksanakan penyembelihan hewan kurban, fardu kifayah bagi  yang meninggal dunia, santunan anak yatim piatu dan sebagainya. Dinamika kegiatan di atas menjadikan ranting ini eksis sampai saat ini. 

Pendirian Perpustakaan Masyarakat

Sebelum perpustakaan di Ranting Muhammadiyah Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera berdiri, pengurus ranting Bapak Mardi Santawijaya, Bapak Wardijah, Ibu Rani, Bapak Jufri sering membeli dan meletakkan majalah Suara Muhammadiyah di satu lemari sederhana yang terdiri dari beberapa rak. Rak tersebut berisi di dalamnya Alquran, majalah, buku-buku Islam dan mukenah. 

Melalui Majalah Suara Muhammadiyah dan buku-buku islami pengurus berharap dan mengajak warga, anggota ranting serta simpatisan Muhammadiyah untuk menambah wawasan pengetahuan Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ajakan ini direspon warga, sehingga mereka memiliki semangat yang tinggi untuk belajar agama, terbukti sering meminjam dan membaca majalah-majalah tersebut secara bergantian, biasanya mereka membaca setelah shalat lima waktu, atau sebelum pengajian dilaksanakan.

Melihat semangat literasi masyarakat yang tinggi dalam membaca, akhirnya pengurus Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan melalui Bapak Wardijah dan Ibu Rani bekerjasama dengan perpustakaan Daerah Sumatera Utara mengirim buku-buku bacaan satu kotak kardus yang terdiri dari buku-buku pengetahuan baik buku-buku agama, bidang umum, pertanian, peternakan, maupun perikanan. 

Buku-buku tersebut sebagian diletakkan di atas rak sederhana yang ada dalam masjid, dengan buku yang ada pengurus berharap masyarakat dapat belajar melalui buku-buku tersebut secara mandiri dan memanfaatkannya sebagai sumber referensi untuk memperaktekkan ilmu-ilmu yang ada di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian kecil masyarakat pun memanfaatkan buku-buku tersebut untuk menambah wawasan. Karena rak buku tersebut sudah tidak memadai, akhirnya pengurus sepakat untuk menjadikan rumah yang terletak di samping masjid menjadi perpustakaan.

Rumah sederhana yang masih layak pakai dan ditempati dibeli sekitar tahun 2011, dengan dana patungan pengurus, anggota dan masyarakat yang dikumpulkan secara susah payah akhirnya disulap menjadi perpustakaan. 

Perpustakaan sederhana inilah yang dipakai masyarakat Muslim di sekitar masjid Taqwa untuk membaca, mereka duduk di atas lantai. Karena kasihan duduk di atas lantai, atas bantuan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara melalui Bapak Wardijah dan Ibu Rani dengan pendekatan yang baik mereka berhasil melobi pihak perpustakaan untuk memberikan bantuan meja dan kursi.

Dengan  niat mencerdaskan anak bangsa akhirnya meluncurlah bantuan buku, meja, dan kursi lima set untuk dimanfaatkan sebagai tempat membaca, menambah wawasan pengetahuan masyarakat di Desa Lau Bekeri khususnya dan Kutalimbaru secara umum.

Seiring dengan berjalannya waktu, setelah empat tahun rumah tersebut dipakai menjadi perpustakaan, masyarakat yang awalnya semangat membaca mulai disibuki dengan berbagai urusan kerja sehingga perpustakaan tersebut pun jarang dipakai kesannya sedikit terlantar, kurang terawat. 

Karena tidak memiliki pengurus perpustakaan yang tetap, akhirnya rumah tersebut mulai rusak di makan rayap, dan atapnya mulai bocor-bocor sehingga buku yang berada di perpustakaan tersebut sebagian rusak terkena air hujan dan dimakan rayap. Oleh pengurus buku-buku tersebut pun dimasukkan ke dalam kardus dan dipindahkan kembali ke masjid dan menetaplah di masjid untuk sementara waktu.

Buku Rusak sebelum Rehabilitasi Masjid Taqwa

Masjid Taqwa direhab pada awal tahun 2015 selama ini menjadi tempat ibadah jamaah dan masyarakat di Blok I dan sekitarnya mendekatkan diri kepada Allah swt. 

Untuk merehab masjid ini pengurus bekerja keras mencari biaya, karena dipandang sudah tidak layak. Dengan kerja keras dan kerjasama yang baik di antara pengurus, anggota, simpatisan dan masyarakat akhirnya masjid pun direhab, lebih baik lagi dari sebelumnya. 

Sebelum masjid direnovasi pengurus terlebih dahulu memperbaiki rumah yang atapnya bocor tersebut, direhab dan dibaguskan bentuknya. Dengan izin Allah swt.  rumah tersebut pun berubah, dipakai untuk shalat lima waktu untuk sementara waktu sampai masjid selesai direhab. Adapun buku-buku yang awalnya ada di masjid akhirnya dipindahkan kembali ke perpustakaan, namun sangat disayangkan sebagian buku rusak sebelum dipindahkan. 

Pada tahun 2016 akhir, masjid pun selesai direhab, wajah penuh kegembiraan terlihat jelas di wajah para pengurus, puas, mampu melaksanakan niat baik memperbaiki masjid dan membuat perpustakaan. Akhirnya, perpustakaan Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera pun resmi dapat dipakai sebagai taman bacaan pada tahun 2016 sampai saat ini.

Gebrakan di Antara Ada dan Tiada 

Setelah perpustakaan siap direhab, tidak serta merta masyarakat memanfaatkan-nya dengan baik. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan perpustakaan menjadi sarana menambah ilmu pengetahuan, teknologi yang semakin canggih sehingga semua tugas sekolah anak didik dikerjakan lewat bantuan google, tingkat pendidikan masyarakat yang kurang, pengelolaan perpustakaan yang belum profesional membuat masyarakat tidak tertarik mengunjungi perpustakaan. Bak kata pepatah, “bagai kerakap tumbuh dibatu, hidup segan mati tak mau.” Orang menganggap perpustakaan antara ada dan tiada. 

Kondisi ini membuat Ibu Rani sebagai jamaah di Masjid Taqwa yang bekerja di Perpustakaan Daerah Sumatera Utara merasa terpanggil untuk membuat gebrakan, beliau memenaj kembali perpustakaan dengan baik, disiapkan penjaga perpustakaan, membuat lomba untuk anak sekolah, diatur waktu buka perpustakaan, cara peminjaman dan pengembalian buku, koleksi buku ditambah, baik buku agama, pendidikan, peternakan, perikanan, buku untuk anak-anak dan berbagai variasi kegiatan lainnya.

Secara bertahab-tahab usaha Ibu Rani mulai membuahkan hasil, beliau mendudukkan ibu Nike sebagai penjaga perpustakaan yang mengurus taman bacaan ini. Dengan semangat 45 beliau berhasil membimbing dan memotivasi ibu Nike untuk membuat kegiatan-kegiatan yang menarik minat anak-anak dan masyarakat berkunjung ke perpustakaan. 

Tanpa memiliki gaji tetap ibu Nike dengan ikhlas dan sukarela meluangkan waktunya mengurus perpustakaan, membuka dan menutup secara terjadwal, sehingga anak-anak sekolah TK ABA, dan anak-anak SD lain pun pun mulai ramai mendatangi perpustakaan pada saat jam-jam yang telah ditentukan. 

Begitu juga dengan ibu-ibu mulai berkunjung ke perpustakaan, bahkan mahasiswa dari STAI Darularafah pun berdatangan untuk mencari buku referensi membuat makalah dan skripsi. Perpustakaan masyarakat ini pun sedikit demi sedikit ramai dikunjungi warga di Desa Lau Bekeri sebagai taman bacaan.

Perkembangan dan Prestasi
Prestasi yang luar biasa patut diapresiasi, dengan izin Allah swt. dan kerja keras pengurus perpustakaan masyarakat, perpustakaan ini berhasil menjadi Juara IV dalam Lomba Taman Bacaan Terbaik Sumatera Utara pada bulan April tahun 2019. 

Pembenahan perpustakaan masyarakat yang dilakukan secara berkesinambungan mampu meningkatkan minat baca dan prestasi siswa. Pada tahun 2017 20 siswa yang rajin datang ke perpustakaan 13 di antaranya meraih prestasi di sekolahnya, bahkan siswa yang berprestasi pun meningkat pada tahun 2018, dari 50 orang siswa yang datang 20 di antaranya berprestasi di sekolahnya. Pimpinan Ranting bekerjasama dengan perpustakaan masyarakat memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi dari rangking 1-5.

Perbaikan dan pembenahan perpustakaan terus dilakukan, perpustakaan yang terletak bersebelahan dengan Masjid Taqwa saat ini baru memiliki 2.500 judul dan 8.400 eksemplar buku termasuk majalah dan surat kabar, dibuka setiap hari kecuali hari libur. 

Adapun Visi perpustakaan ini adalah:
“Membaca Membentuk Karakter Masyarakat yang Cerdas dan Beriman".

Dengan Misi:
  1. Membantu masyarakat menambah ilmu untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT
  2. Membantu anak sekolah agar terhindar dari perbuatan jahat, narkoba, judi dan pergaulan bebas


Di antara kegiatan perpustakaan masyarakat yaitu membina kelompok anak usia sekolah dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah dan membimbing mereka untuk membaca buku-buku yang ada diperpustakaan.

Semoga perpustakaan ini bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat di Desa Lau Bekeri untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan, membentuk pribadi yang beradab dan berkemajuan, amin.
Dokumentasi Kegiatan Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Dokumentasi Kegiatan Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Gedung Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Halaman Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Piagam Juara Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Gedung Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah

Biodata  Penulis


Lahir di  Patumbak, 7 April 1975 anak alm. Bapak Kafi Bana dan almh. Ibu Siti Zainab, seorang karyawan di PTPN II kebon Marindal. Menyelesaikan pendidikan di SDN 106816 Marindal tahun 1988, Madrasah Tsanawiyah Negeri Medan tahun 1991, alumni Pondok Pesantren Darularafah Raya tahun 1995, FAI UMSU 2001 dan UIN SU 2012.

Pengalaman kerja sebagai pendidik di pesantren, pernah mengajar di Pesantren Modern  al-Mukhlisin Tj. Morawa tahun 1997-2000, mengikuti program Tahfiz Quran di Pesantren Tahfiz Quran Abdur Rahman bin Auf tahun 2001, pengajar di Sekolah Internasional Darul Ilmi Murni Namorambe tahun 2008, Pembimbing Agama  Islam di Panti Rehabilitasi Narkoba Pamardi Insyaf Kementrian Sosial Sumatera Utara tahun 2009 sampai sekarang, pendidik di Pesantren Darularafah Raya Deli Serdang  2002 sampai sekarang dan  dosen tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam Darularafah (STAI DA) Deli Serdang Sumut. 

Pengalaman Organisasi, Pengurus Ranting Muhammadiyah Kota Baru Bumi Tuntungan Sejahtera 2016-2020. Hp: 081397609714, email: sofyanma543@gmail.com.

Posting Komentar untuk "Cahaya Ilmu dan Peradaban: Jatuh Bangun Perpustakaan Masyarakat Ranting Muhammadiyah Deli Serdang Sumatera Utara"