Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Awalnya Diremehkan, Kini Perpustakaan Desa Berkat Ilmu Menjadi Laboratorium Mini Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Awalnya Diremehkan, Kini Perpustakaan Desa Berkat Ilmu Menjadi Laboratorium Mini Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Suka Duka Membangun dan Mengembangkan Perpustakaan Desa Berkat Ilmu Desa Tambak Sirang Laut Kab. Banjar

Penulis : Fauziah Aprida
Ditulis dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa dengan tema Dari Desa Membangun Bangsa

Hallo, Ada yang tau tentang Perpustakaan Desa ?, mungkin sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit mengenai perpustakaan desa yang akan menjadi topik singkat ini. Sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Fauziah Aprida, orang-orang biasa memanggil saya kaka Aprida, saya seorang pengelola perpustakaan desa di Wilayah yang cukup terpencil, bahkah tak jarang literasi di tempat saya sangat rendah, dan sangat terkebelakang untuk itu sedikit paparan mengenai perpustakaan desa.

Perpustakaan desa merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat sekitar dengan menyediakan berbagai informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya, sebagai sumber belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat yang jauh dari kata beruntung. Bagi saya literasi merupakan tujuan utama utuk mengetahui segala informasi dunia, bagaimana bisa mempunyai wawasan luas tanpa membuka jendela, buku adalah jendela dunia karna di dalam satu buku tersimpan beribu-ribu ilmu yang kerap masih diacuhkan oleh masyarakat tanpa literasi.

Saya bukanlah seorang yang mahir dalam aspek pendidikan Ilmu Perpustakaan namun hanya saja saya adalah seorang yang pernah mempunyai keterbelakangan tentang literasi dunia, saya pernah terjatuh dan kecewa oleh ilmu, pernah beberapa kali sebelum saya menjadi pengelola perpustakaan ini saya diremehkan bahkah ini sangat menyakitkan dulu, saat itu saya masih duduk di Bangku SMA mungkin ini kedengaran begitu biasa saja wajarlah anak sebaya saya masih tak tahu tentang wawasan, informasi, bahkan budaya. Tidak, saat itu saya sudah mngetahui menganai semuanya, hanya saja saya masih belum mampu memberikan asumsi terhadap masyarakat dengan segala informasi yang saya miliki, kala itu saya ingin sekali menjadi pengelola perpustakaan di Sebuah Sekolah mungkin dengan itu saya pikir bisa membantu dalam menambah ilmu, membuat literasi semakin kuat bahkan setengah dari pikiran ini saya akan bisa melakukan hal-hal yang baru jika kita banyak membuka buku membuka jendela, membuka dunia dan alam sekitar, entah mengapa dengan sangat semangat saya meminta izin untuk bisa membantu semampunya dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, tapi apalah daya semua akan berpengaruh dengan usia, saya ditolak bahkan dengan perlakukan kasar mereka bilang usia muda masih tidak mengetahui apa-apa dengan literasi, inventaris, menyampul bahkan masih tidak tau dengan penempatan buku-buku atau shelving, tak hanya itu mereka juga menolak dengan berkata seorang seperti saya tidak akan diterima di sekolah itu untuk mengelola perpustakaan, ini sangat membuat hati saya terpukul. Siapa yang menyangka jika kita diajarkan mengenai pengelolaan mengenai ilmu kita pasti bisa bukan, !.

Saat itu setelah kelulusan saya sangat antusias untuk memasuki jurusan perpustakaan, akan saya buktikan bahwa saya mampu menjadi apa yang orang lain remehkan itu, keluarga saya sangat mendukung untuk ini, mereka bangga dengan kekuatan hati ini untuk selalu ingin maju dan berkembang, Ayah Saya adalah seorang kepala desa di Kampung ini begitu berpengaruh dengan masyarakat, keluaga kami terbiasa berliterasi dengan apa yang kami miliki, apa yang kami genggam akan kami bagikan bersama keluarga namun sangat berbeda dengan asumsi masyarakat yang menilai rendah literasi bahkan sebagian dari mereka mengatakan “Sebuah Perpustakaan adalah tumpukan buku, hanya tumpukan buku yang biasa saja sewaktu-waktu akan dirawat dengan semaunya, kalau kotor tinggal bersihkan saja”, begitulah kiranya ucap salah seorang masyarakat. Pikir saya ini adalah sebuah hal yang jauh dari nalar, sejak saat itu Ayah Saya mendirikan sebuah perpustakaan yang dianggap bagian tak akan ada apa-apanya jika harus ada untuk mayarakat, jika harus dibangun diantara rumah warga, apalah daya masyarakat akan mengiyakan jika seorang pemimpin bertindak, pembangunan perpustakaan dilaksanakan dengan setengah dari penghasilan ayah akan disumbangkan untuk perpustakaan tersebut, tak ayal masyarakat semakin menjadi-jadi kala itu mempermasalahkan pembangunan yang kiranya membuat tanah menjadi sempit dan mempunyai jarak diantara rumah ke rumah.

Tapi ayah tetap yakin dengan ini, mempunyai pendirian kuat untuk membuat masyarakat agar menambah informasi, wawasan dan bisa meluangkan waktu menjelajah dunia dengan membaca buku. Saat itu saya mamasuki perkuliahan seiring waktu berjalanlah pembangunan perpustakaan telah selesai dibangun, pada saat itu kakak saya yang ikut serta berpihak pada pembanguan perpustakaan dan untuk sementara perpustakaan desa itu dikelola oleh kakak, namun saya juga ikut membantu dalam sedangkal pemikiran, beruntung saya semasuki Studi Ilmu Perpustakaan Informasi Islam yang memberikan banyak informasi, wawasan yang berperan dengan segala aspek perpustakaan, seiring berjalan waktu masih tidak jarang masyarakat lemahnya literasi dengan awal mengayomi anak-anak yang masih dibentuk oleh karakter lingkungan namun dengan ini akan menjadi kesempatan saya dengan meningkatkan minat baca anak usia dini mereka saya ajarkan untuk mendongeng, membaca, belajar dengan gambar bahkan sebuah lukisan untuk belajar akan disediakan agar anak-anak sering berkunjung ke sebuah perpustakaan desa.

Hanya saja, tak jarang dari orang tua mereka masih menggap rendah minat baca yang saya niat baikan untuk masyarakat, masih ada perlakukan yang membuat saya terpukul dengan kata-kata misalnya “ menjadi seorang bekerja diperpustakaan semua orang juga bisa jika sekedar hanya menyusun buku dengan sesuai ukuran, tinggi rendahnya saja itu sangat mudah” mungkin begitulah kiranya ucap seorang warga. Mungki ini akan membuat saya kesal sekaligus panas untuk semakin bangkit dari ledekan banyak orang, saat perkuliahan saya sungguh mempuanyai tekat yang kuat untuk terus maju dengan belajar dari pustakawan di Universitas, belajar dari berbagi informasi yang saya gali dan bahkan dulu ada sebuah kesempatan yang terus saja meningkatkan gairah saya dalam menggali ilmu perpustakaan di Universitas saya sedang membutuhkan mahasiswa magang untuk bahan penelitian seorang dosen, ya ampun fikir saya ini adalah kesempatan yang sangat berharga saya harus bisa menjadi mahasiswa terpilih itu, hampir setiap hari saat itu saya menanyakan seorang pustakawan mengenai kapan kesempatan ini bisa saya dapatkan dan tak lupa juga terus saja saya memanjatkan doa kepada Allah, dan Alhamdulillah saya termasuk mahasiswa pilihan dengan kesempatan ini  dan benar saja banyak yan telah saya pelajari dari pengolahan, menyampul, barcode, nomor punggung, klasifikasi dan masih banyak lagi.

Ini adalah alasan saya untuk terus bisa mengemangkan sebuah perpustakaan desa yang masih terpaut jauh dalam minat baca masyarakat seiring berjalannya waktu setiap perubahan kini dapat saya rasakan berawal dengan minat kunjung masyarakat karna dengan mengayomi banyak anak kecil dengan begitu orang tua dari semua anak juga ikut mendampingi dan tak jarang mereka juga meminjang bahan koleksi yang ada disebuah perpustakaan, karna kami juga banyak menyediakan referensi yang memang banyak disukai dikalangan ibu-ibu salah satu contohnya adalah tentang resep masakan dan benar saja dengan ini cara kecil untuk meningkatkan minat baca masyarakat, bahkan untuk bukan ke bukan peningkatan dalam kunjungan terpaut jauh berubah, yang awalnya mengatakan bahwasanya sebuah perpusatkaan hanya lahan penyaepitan masyarakat sekarang berubah menjadi tempat kunjungan dikala waktu senggang sekedar membaca buku ataupun duduk-duduk bersama tetangga lainnya, semakin ramainya pengunjung semakin semangatnya hati ini ingin meningkatkan kecedasan masyarakat.

Beberapa bulan berlalu tak pernah lagi telinga ini mendengar celotehan yang kurang mengenakkan  bahkan kini mulai berubah dangan kata-kata yang menyenangkan, hanya saja kini saya sendiri untuk menangani banyaknya bahan pusatakan di perpustakaan tersebut karna saat ini ayah saya bukan lagi menjabat kepala desa jadi saya memohon untuk kepala desa yang baru untuk memberikan seorang tenaga kerja agar kiranya bisa membantu dalam menangani banyak bahan pustaka, karena kantor desa saya berdekatan bahkan kepala desa sangat setuju jika saya memiliki seorang yang bisa membantu dalam pelayanan masyarakat dikarenakan para masyarakat kadang harus menunggu untuk meminjam jika saya harus berada di pelayanan sekaligus pengolahan, jadi salah satu rekan saya yang juga ikut terlibat agar dapat memudahkan pelayanan tersebut, dia seorang mahasiswi yang satu atap Universitas dengan saya sekarang sebut saja dia kak Saudah, kak Saudah adalah orang pilihan kepala desa yang waktu itu saya ajukan permohonan kepegawaian, beliau tak hanya gigih bahkan beliau sangat ulet, dalam pelayanan selama ini, saya sangat bersyukur tidak sendiri lagi, semakin ramainya pengunjung dan minimnya bahan pustaka dengan ini saya fikir harus menabah bahn pustaka lagi dan pada akhirnya, dengan niat hati yang kuat telah saya ajukan permohonan bekerja sama dengan peprustakaan daerah di desa saya dan tak lam mereka setuju dengan kesepakatan ini.

Suatu ketika para pustakawan dari daerah benar-benar ingin mengunjung perpustakaan desa kami, wahhh saya sangat senang dan saya dengan kak Saudah sangat antusias untuk menata ruangan ini agar kiranya terlihat bersih bahkan tak sedikit aparat desa ikut serta dalam membantu saya, ini benar-benar menjadikan hasil akhir yang luar biasa fikir saya. Selang beberapa waktu yang ditunggu-tunggu tiba dan benar saja para pustakawan membawa banyak sekali bahan pustaka yang mereka hibahkan untuk perpstakaan desa kami ini, ohhhh senangnya...

Singkat cerita perubahan yang kini saya rasakan benar-benar membawa banyak berkah untuk kami semua terutama untuk minat baca masyarakat, sekarang perpustakaan kami semakin banyaknya pengunjung dari kalangan masyarakat dan bahkan masyarakat yang lumayan jauh dari perpusatakaan itupun ikut serta berkunjung hanya untuk meminjam bahan pustaka, sekarang bahan pustaka yang kami miliki mungkin kurang lebih 1500 eksemplar. Ternyata perjuangan dan niat baik ini terus saja menjadi nilai plus untuk diri karna saya yakin adanya sebuah perpustakaan akan merubah pemikiran masyarakat yang benar-benar ingin membaca, dan serius dalam meningkatkan literasi dan sosialisasi.

Dari sini saya belajar bahwasanya tidak akan ada perubahan di dalam diri ini jika kita tidak merubahnya sendiri, karna setiap proses pasti akan ada akhir yang menanti tergantung apa yang sedang kita tekatkan dari niat awal pasti akan terbuktikan disaat akhir dari proses tersebut. Bahkan saya masih seorang mahasiswi semester akhir yang memang harus berfikir rasional untuk bangsa untuk kedepannya, dan perpustakaan kami sekarang sudah dikenal banyak masyarakat diluar desa, karna perpustakaan kami pernah memenangkan lomba tingkat kabupaten, kerjasama dengan perpustakaan lain, menjadi tempat kunjung masyarakat setiap harinya bahkan sekarang perpustakaan kami sedang menerima para mahasiswa PKL untuk penelitian dari Jurusan Perpustakaan dan Informasi Islam.

BIODATA PENULIS


Fauziah Aprida, Biasa di Panggil Aprida, lahir di Tambak Sirang Laut, 25 Juni 1999. Saat ini sedang menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Islam Negeri Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.

Riwayat Pendidikan

  1. MIN  Model Tambak Sirang ( MIN 8 Banjar)
  2. MTsN 1 Gambut (MTsN 2 Banjar)
  3. MAN 1 Martapura (MAN 3 Banjar)

Saya Anak ke- 2 dari 2 Bersaudara, Alamat di Desa Tambak Sirang Laut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar







15 komentar untuk "Awalnya Diremehkan, Kini Perpustakaan Desa Berkat Ilmu Menjadi Laboratorium Mini Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan."

  1. semoga saya bisa menjadi seperti anda,

    BalasHapus
  2. Mantap, ibu Bangga...Sukses Selalu ya....Sukses untuk "Ilmu Perpustakaan dan Informasi"...Salam Literasi

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah..ibu turut bangga dengan kalian

    BalasHapus
  4. Super sekali ceritanya, yg terpenting bekali ilmunya, tumbuhkan semangat n motivasi yg kuat dlm berkarya utk anak bangsa, sehingga lahir dg semangat utk berprestasi

    BalasHapus
  5. Smg menjadi perpusdes terbaik ya, salam sukses selalu

    BalasHapus
  6. Utk menjadikan desa yg maju dapat dimulai dg memajukan pengetahuan dan wawasan masyarakatnya. Semoga Afrida bisa mewujudkan daerah Gambut menjadi daerah maju

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Sukses selalu untuk perpustakaan berkat ilmu

    BalasHapus
  9. MasyaaAllah... Semoga Perpustakaannya Bisa mnjadi wadah ntk mmberikan informasi kpd masyarakat.. Sukses sllu
    Salam Literasi

    BalasHapus