Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Taman Baca Pelangi Nusantara, Buah Cinta 5 Pemuda-Pemudi Desa Panca Tunggal Benawa

Taman Baca Pelangi Nusantara, Buah Cinta 5 Pemuda-Pemudi Desa Panca Tunggal Benawa

Kisah Perjalanan Taman Baca Pelangi Nusantara

Penulis : Nur Maulani
Ditulis dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Kisah Inspiratif Perpustakaan Desa dengan tema Dari Desa Membangun Bangsa

Sebuah rasa untuk desa tercinta, ini adalah bukti keseriusan kami mencintai desa. Desa Panca Tunggal Benawa, tempat kami tumbuh menjadi dewasa. Kami muda, dengan jiwa yang masih ingin terus berkelana mencari pengalaman dan menciptakan pengalaman untuk usia yang masih produktif ini. kami putuskan dari sebuah obrolan yang awalnya kukira hanya sebuah wacana saja ternyata menjadi bukti nyata sejauh ini. Perkanalkan “TBPN” hasil obrolan kelima pemuda yang tak jauh dari kopi dan kepulan asap rokok, tidak termasuk aku karena aku seorang wanita yang justru memusihi asap rokok.

TBPN jika dijabarkan yaitu Taman Baca Pelangi Nusantara, sebuah organisasi yang kami rintis dengan penuh cerita perjalanan yang macam-macam sudah dirasakan. Taman Baca Pelangi Nusantara memulai perjalanan pada tahun 2018 dibulan Juli tanggal 21, begitu ingat aku tentang awal rencana mendirikan mu. Miris melihat perkembangan generasi desa yang sudah mengenal dunia digital tanpa mencoba menyisihkan waktu untuk membaca. Coba perhatikan saja, bukankan memang seperti itu. Anak-anak sudah nyaman dengan telepon gengamnya, mata mereka asik menyusuri setiap media sosial. Tidak semua aktifitas sosial media bernilai negatif dan pasti selalu ada positif yang didapatkan. Tapi sejauh yang terlihat mereka baru mampu sekedar menghabiskan waktu dengan dunia baru dalam gengaman tanpa ada arahan untuk menggunakan sosial media dengan bijak. Berangkat dari hal itu, kami peduli. Tapi kalimat peduli harus kami sediakan sepaket dengan solusi yang dapat menjadi tempat mereka merubah aktifitas tersebut. Jawab dari itu adalah wadah yang kami rintis ini menjadi solusi untuk mereka mengisi waktu dengan kegiatan membaca dan kegiatan lainnya yang telah disediakan oleh TBPN.

Logo Taman Baca Pelangi Nusantara (TBPN)
Logo Taman Baca Pelangi Nusantara (TBPN)

Perjalanan yang sudah kami siapakan tentu perlu bekal untuk segala resiko yang akan segera hadir. Langkah awal kami adalah melakukan pendekatan dengan pemerintah desa yang terkait, mengutarakan maksud serta tujuan yang tentu sudah matang kami susun. Langkah awal mendapat respon positif, lampu hijau memang jelas mempersilahkan kami untuk lanjut pada langkah selanjutnya. Sudah faham resiko yang akan kami hadapi mulai dari respon cuek masyarakat desa, tempat untuk dijadikan sekretariat Taman Baca Pelangi Nusantara yang saat itu belum diberikan desa, buku yang kami butuhkan dan segala macam keperluan yang belum tersedia. Tahun 2018 untuk TBPN menjadi tahun kelahiran yang segala kesiapanya serba terbatas.

Foto pembentukan stuktur Taman Baca Pelangi Nusantara, November 2018
Foto pembentukan stuktur Taman Baca Pelangi Nusantara, November 2018
Foto Pengurus membersihkan halaman depan TBPN
Foto Pengurus membersihkan halaman depan TBPN

Potret yang diambil tahun 2018, ini adalah suasana ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara yang berhasil kami pinjam dari desa untuk menjadikanya sebagai titik pusat kami melakukan perjalanan selanjutnya. Aksi ini dari hati kami lakukan, sementara waktu belum banyak respon positif yang kami terima. Lambat laun semua akan tau tujuan kami merintis Taman Baca Pelangi Nusantara tentu untuk kemajuan desa. Semua perlu pembuktian dulu untuk mendapatkan pengankuan serta diakui. Mencari donatur buku mulai dilakukan, komunikasi langsung maupun melalui media sosial sudah kami gencarkan. Satu dua buku mulai kami terima, hingga jumlah buku kami rasa cukup untuk menarik minat anak-anak desa. Anggota yang tadi hanya 5 orang perintis kini bertambah seiring waktu berjalan.

Dan begitulah organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Mengawali dengan semangat tinggi belum tentu mampu sepanjang jalan menjaga semangat itu. Hampir 1 tahun perjalanan merintis TBPN justru memberikan pelajaran tentang kepribadian setiap orang, semakin faham dengan pendewasaan diri untuk menghadapi konflik  dalam organisasi maupun luar organisasi. Dalam tulisan ini kusisipkan sebuah cerita dari hati tentang langkah yang kami awali dengan cinta dan semangat tinggi tak selamanya bisa dijaga. Menjaga semangat teman-teman seperjuangan itu tidak mudah, lambat laun akan terkikis dan bisa hilang jika tak ada pengingat tujuan yang ingin dicapai. Pengingat itu muncul dari anggota yang bersedia melakukan langkah untuk menumbuhkan semangat teman-teman seperjuangan. Tumbuh kembang organisasi harus ada keseriusan yang sedikit mengurus waktu, tenaga dan pikiran. Berbenah dari setiap kesalahan serta ego yang ada pada setiap anggota. Harus ada yang berani menjadi pelopor, yang segera tangkas ketika ada anggota mulai kehilangan semangat. Kembali menumbuhkan tanaman yang hampir layu adalah sebuah posisi yang kurasakan sekarang. Sadar, organisasi ini tak menghasilkan pendapatan untuk mereka yang berkecimpung. Kami hanya saling memahami untuk tetap berjalan dengan serba keterbatasan sampai yakin ini pasti ada waktu Taman Baca Pelangi Nusantara bisa mendapatkan perhatian masyarakat dan tahun pertama perih ini biar menunjukkan jalan pembuktian.

Foto Suasana ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara tahun 2019
Foto Suasana ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara tahun 2019

Perjalanan ini masih terus berlanjut, Taman Baca Pelangi Nusantara mulai melalukan kegiatan yang menarik minat anak-anak. Sembari terus memperbaiki fasilitas yang ada, dan mengumpulkan buku dari donatur yang terus kami cari memlalui media sosial. Tahun kedua ini beberapa instansi terkait mulai melirik keseriusan kami. Desa yang tadinya hanya mengizinkan organisasi yang kami bentuk, mulai memberikan kesempatan kami mendapatkan buku dari Dana Desa. Bersyukur, kami selama ini memang sengaja tak mengajukan permintaan bantuan kepada desa, karena kami ingin menunjukkan keseriusann Taman Baca Pelangi Nusantara dan pada waktunya desa memberikan hak itu kepada kami. Buku dan rak buku mulai dipikirkan desa, untuk pengurus perpustakaan hanya sebagai sukarelawan dan sungguh aku bangga dengan teman-teman yang sudah memberikan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan perpustakaan. Menyisihkan waktu dari prioritas kesibukan yang ada untuk majukan perpustakaan yang dirintis bersama. Pihak kearsiapan dan perpustakaan daerah atau PerPusDa melakukan kerjasama dengan TBPN memalui peminjaman buku.

Dan ini batu loncatan Taman Baca Pelangi Nusantara mendapatakan perhatian yang lebih luas dari masyarakat. Awalnya hanya pengunjung usia anak-anak saja, tahun ini beberapa orang tua yang tadinya hanya melihat dari kejauhan  mulai mengunjungi TBPN. Kunjungan dari pihak kabupaten dan kecamatan mulai mengecek aktifitas kami. Jalan terasa makin terbuka luas, relasi mulai kami dapatkan. Beberapa event dari Taman Baca Pelangi Nusantara mulai ditampilkan kepada masyarakat sekitar desa. kegiatan rutin dengan jadwal yang disusun sudah terlaksana secara rutin satu minggu tiga kali seperti kegiatan keterampilan, penguatan literasi dan pelatihan komputer jadi kegiatan andalan kami. Kami secara bergantian saling menjaga semangat, ini penyakit organisasi yang harus dijauhi biasanya adalah hilangnya semangat tiba-tiba. Jika semangat sudah hilang biasanya anggota tersebut akan hilang tanpa kabar lagi. Hukum alam dalam organisasi pasti menemukan kejadian tersebut.

Usia dua tahun kegiatan semakin banyak, relasi mulai saling berbagi tentang dunia literasi dan jangan lupakan tentang resiko angin yang semakin kencang menguncang sebuah organisasi. 2019 tahun ke-2 Taman  Baca Pelangi Nusantara menghadapi macam-macam respon. Yang kita lakukan terlihat positif tapi begitu selalu ada perbedaan untuk setiap isi kepala. Arahan yang kami terima selalu kami laksanakan dengan sebaik-baiknya. Masuk kedalam organisasi seperti ini bukan soal mendapatkan pendapatan, justru yang ada kantung pribadi harus siap ikut membiayi kebutuhan yang masih sanggup ditanggulangi anggota. Alasan terbesar dari pegiat perpus tak lain karena peduli, dan bayaran termahal hanya dengan menjadi bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Dan rasa lelah rasanya hilang saat melihat senyum anak-anak yang terlihat begitu nyaman dengan Taman Baca Pelangi Nusantara.

Foto Kegiatan Drama Januari 2020
Foto Kegiatan Drama Januari 2020

Tahun 2020 usia Taman Baca Pelangi Nusantara yang ke-3 tahun. Mulai dari lahir di tahun 2018, merangkak di tahun 2019 dan tahun 2020 ini TBPN mulai belajar beridiri. Proses panjang yang sudah kami lalui bersama, asam manis pahit dalam organisasi jadi pembelajaran untuk pendewasaan diri. Mari kenalan lebih jauh dengan TBPN melalui media sosial FB. Pelangi TBPN, Ig. Taman_baca_pelangi_nusantara dan email pelanginusantara@gmail.com .   Media sosial selalu kami jadikan tempat untuk menceritakan kegiatan, dalam event ini kami terkhusus saya sebagai penulis merasa ada yang memperhatikan kisah dalam merintis perpustakaan desa. Saat ini sebisanya Taman Baca Pelangi Nusantara ingin merangkul masyarakat luas terkhusus masyarakat Desa Panca Tunggal Benawa. Kami yakin dengan literasi kami bisa membantu kesejahteraan masyarakat.

Foto Gedung Taman Baca Pelangi Nusantara Desa Panca Tunggal Benawa Kecamatan Teluk Gelam Berukuran 6 x 9 M
Foto Gedung Taman Baca Pelangi Nusantara Desa Panca Tunggal Benawa Kecamatan Teluk Gelam Berukuran 6 x 9 M

Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara
Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara

Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara
Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara
Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara
Foto Ruangan Taman Baca Pelangi Nusantara

Foto  Halaman depan TBPN
Foto  Halaman depan Taman Baca Pelangi Nusantara (TBPN)



BIODATA PENULIS


Salam Literasi untuk semuanya, perkanalkan nama saya Nur Maulani. Saya salah satu pengurus Taman Baca Pelangi Nusantara, tujuan merintis TBPN jujur karena saya dendam dengan desa saya yang dari dulu tidak memfasilitasi perpustakaan lebih tepatnya memang tidak ada. Ditambah Sekolah Dasar yang ada di desa tersebut juga tidak mengelola perpustakaan. Berangkat dari rasa dendam karena masa kecil saya kekurangaan bahan bacaan yang sesuai dengan usia saat itu, saya putuskan mencari teman seperjuangan yang alhamdulilah sampai sekarang mereka masih membersamai saya di Taman Baca Pelangi Nusantara.

Saya kelahiran asli Desa Panca Tunggal Benawa, memulai kisah kehidupan di rahim Ibu dan dan mengenal dunia pada 13 Mei 1999 yang menjadi tanggal kelahiran saya. Jadi 21 tahun lebih desa ini memberikan saya sejuta cerita dan kenyamanan. Dan rasanya tak pantas jika kita tak ada rasa terimakasih untuk membalas kepada desa cinta tercinta ini. kami persembahkan Taman Baca Pelangi Nusantara bentuk perwujudan dari rasa kami. TBPN yang akan membantu memajukan desa terkhusus kesejahteraan masyarakat.

Terimakasih kami ucapkan kepada CV. Tirta Buana Media yang menyelenggarakan event seperti ini, karena dengan event ini kami bertambah yakin jika perpustakaan desa mampu mensejahterakan masyarakat.

Posting Komentar untuk "Taman Baca Pelangi Nusantara, Buah Cinta 5 Pemuda-Pemudi Desa Panca Tunggal Benawa"