Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mari Belajar Mengembangkan Perpustakaan Desa Dari 2 Perpustakaan Desa Terbaik Nasional Ini !

Mari Belajar Mengembangkan Perpustakaan Desa Dari 2 Perpustakaan Desa Terbaik Nasional Ini !

Setelah di desa kita telah berdiri Perpustakaan Desa, PR kita selanjutnya adalah bagaimana cara mengembangkann  agar keberadaan Perpustakaan Desa benar-benar dirasakan oleh masyarakat.  Jangan sampai nantinya pengadaan Perpustakaan Desa yang telah diupayakan dengan jerih payah yang sangat, hanya akan menjadi program menghambur-hamburkan anggaran saja. Untuk itu dalam hal pengembangan Perpustakaan Desa, kita perlu mengintip cara-cara jitu yang telah dilakukan oleh Perpustakaan-perpustakaan Desa yang benar-benar telah berkembang bahkan memperoleh gelar tertinggi sebagai Peraih Penghargaan Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Nasional.

Membangun Mitra Kerjasama yang Luas Ala Perpustakaan Desa Wukirsari Kab. Bantul, DI. Yogyakarta

Sempat menjadi Juara Terbaik Nasional pada Tahun 2017 lalu, perjalanan Pustaka Desa Wukirsari ternyata tidak mudah. Perpustakaan Desa Wukirsari telah  membangun Mitra Kerja untuk membantu dalam memenuhi kekurangan serta mengembangkan fasilitas dan program yang ada. Mitra Kerja tersebut memberikan sumbangsih dalam berbagai bentuk, mulai dari Dana CSR, Pendampingan/penyuluhan, hingga bantuan Fisik seperti Koleksi Buku Bacaan.

Mitra yang sudah bekerjasama dengan Perpustakaan Desa Wukirsari adalah sebagi berikut :
Pemerintah Desa Wukirsari.

  • MEDCO foundation.
  • Bank Mandiri.
  • Perpuseru Coca-cola foundation.
  • Book for Mountaint.
  • TBM Plata Aksara.
  • Karangtaruna Desa Wukirsari.
  • UT (Imogiri Jangan Tercemar)
  • Imografi ( komunitas photografi Imogiri)
  • Komunitas Bunda Kata
  • Komunitas Tindes Av
  • JGS (Jogja Garuk Sampah)
  • Panitia FKY (Festival Kesenian Yogyakaza)
  • POKGIAT LPMD Dusun Manggung.
  • Yayasan Yatim Piatu se-Desa Wukirsari.
  • Dinas Sosial Kabupaten Bantul dan Propinsi DIY
  • ISI Yogyakaza
  • Universitas Gajah Mada
  • UIN Sunan Kalijaga
  • UMY Yogyakarta
  • Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kab. Bantul dan Prop. DIY
  • PMI (Palang Merah Indonesia kabupaten Bantul.
  • SKA, SUP/MTsN, SD/CI, TK dan PAUD se Desa Wukirsari
  • RELAWAN ( individu maupun lembaga)
  • Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul.
  • Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Perpustakaan SD Wukirsari
  • Perpustakaan MIN Giriloyo
  • Pojok Baca Kalen Edukasi “ Tansah Bejo”
  • Pojok Baca Kalen Edukasi “Lupatmo”
  • Pojok Baca Omah Ngaji kas Abi, Karangasem
  • Pojok Baca “ Mbahe Kopi” Pucung


Inovatif dan Konsisten Menjalankan Kegiatan Perpustakaan Adalah Kunci Keberhasilan Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Balecatur, Kab. Sleman

Pada tahun 2019 lalu, Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Balecatur, Kab. Sleman dianugerahi gelar Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Nasional. Memang sangat layak predikat tersebut mereka sandang, karena ternyata Perpustakaan Desa Balecatur memiliki kegiatan yang menarik dan patut ditiru Perpustakaan Desa lainnya
.
Paling tidak ada 5 kegiatan inovatif yang konsisten mereka jalankan yaitu :

Sekolah Kamis 

sekolah Kamis yang diikuti ibu-ibu dari 18 wilayah pedukuhan diisi dengan mempraktekkan ilmu yang didapatkan dari membaca buku di Perpustakaan Desa Sumber Ilmu. Kemudian dikreasikan dengan segala kemampuan untuk membuat usaha kecil dari beberapa kelompok ibu-ibu. Ada yang membuat keripik jamur, membuat susu kedelai, dan menanam sayuran. Ada juga membuat kerajinan dari limbah plastik dan koran sehingga berwujud tas, boneka, atau bunga.

Melayani Kaum Difabilitas

Untuk difabilitas, ada pelatihan membuat kembang gula coklat dan hantaran perkawinan dari hasil membaca di perpustakaan.

Tujuh Pojok Baca

Tujuh pojok baca dari Perpusdes Sumber Ilmu Balecatur tersebar di beberapa lokasi, yaitu Kafe 107, Batik Sekar Jatimas, TK Temuwuh, Paud Padukuhan Jitengan, Pengelolaan sampah di Bisma Ngaran, TBM Ngluwih, Mushola Al Iqomah, dan Sukoreno Gamol Desa Wisata.

Kunjungan PAUD

setiap Selasa ada motor dan mobil perpusdes Sumber Ilmu yang mendatangi 11 TK dan 15 Paud di Desa Balecatur.

Pelayanan Fasilitas Yang Bagus

Tersedia Layanan Fasilitas berupa home teather, ruang baca dan karya, ruang sirkulasi, dan ruang layak anak.

Dari 2 contoh pengembangan Perpustakaan Desa tersebut di atas, maka kita dapat ambil kesimpulan bahwa untuk mengembangkan Perpustakaan Desa, Pertama Kita perlu menggandeng mitra Kerjasama untuk ikut serta membantu pengembangan perpustakaan desa. Kedua Perpustakaan Desa tak hanya sekeder menunggu pengunjung yang mau datang atau istilahnya menunggu bola saja, tapi harus jemput bola dengan berkegiatan kreatif yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Semoga Perpustakaan Desa yang kita miliki akan menjadi kebanggan bagi masyarakat desa kita khususnya, Aamiin…

Posting Komentar untuk "Mari Belajar Mengembangkan Perpustakaan Desa Dari 2 Perpustakaan Desa Terbaik Nasional Ini !"