Pesan Sang Alkemis

Pesan Sang Alkemis 1: Jangan Malu Jadi Penggembala
Suatu hari, si Bocah diminta leh orang tuanya untuk menjadi seorang Pastur sehabis sekolah. 
“Tapi aku sudah terbiasa dengan domba-domba. Hingga aku paham bahasa mereka, dan mereka paham bahasaku.” Jawab si bocah.

“Banyak orang yang lewat di sini dengan membawa gembala. Dan mereka pikir semua hari sama saja, siang-malam dan gembala. Sehingga setiap hari mereka pikir lebih baik hari kemarin daripada hari ini.”

“Kalau begitu, aku ingin mengembara. Agar aku tahu wilayah-wilayah mereka.”
Akhirnya si bocah memilih mengembara untuk menjawab mimpinya. Mimpi yang tiga malam berturut muncul dalam tidurnya. 

Di sinilah pelajarannya, bahwa mimpi lebih berharga dari apa yang sudah kita dapat hari ini. Sebagaimana si bocah, sekalipun ditawarkan menjadi Pastur terhormat, dia memilih mencari sesuatu yang lain, yang beda dari hari biasanya. 

Hari ini banyak orang terjebak pada apa yang sudah disediakan, dan malas mencoba sesuatu yang baru. Mungkin akan banyak orang berpikir bahwa menjadi Pastur lebi baik dari pada menjadi seorang gembala. Tetapi apa yang sering orang lupakan adalah pelajaran baru dalam pengembaraan. Bahwa seseorang tidak bisa dilihat dari pangkatnya, melainkan sejauh mana dia mengejar mimpi-mimpinya, hingga pengalamannya pun meluas. Sekalipun hanya berstatus sebagai seorang gembala. 

Tidak ada yang hina di dunia ini. Bila kita berpikir terbuka dan mendalam di hati kita, maka pengembaraan dan pengalaman adalah sesuatu yang sangat istimewa. Sama halnya kita tahu ada kota Surabaya dan Jakarta melalui peta Indonesia. Tetapi akan lebih indah bila kita melihat langsung dari dekat. Kita merasa itu adalah nyata di mata kita, daripada hanya melihat peta dan sekedar tahu saja. 
Suatu ketika si bocah juga pernah bilang, “Bukankah setiap kota menampakkan seorang gadis yang membuat pengunjungnya tak ingin pulang?”

Ini perihal cinta. Tapi di hari selanjutnya dia tidak melihat lagi gadis itu di kota yang sama. Sehingga perjalanan tetap harus di lanjutkan ke ladang yang lain, pengalaman yang lain. Mimpi yang baru. Semangat yang baru.

0 Response to "Pesan Sang Alkemis "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel