Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perpusnas dan Kementerian Desa Bekerjasama Membangun Perpustakaan Desa

Perpusnas dan Kementerian Desa Bekerjasama Membangun Perpustakaan Desa
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) melakukan pengembangan perpustakaan desa di desa, daerah tertinggal, dan kawasan Transmigrasi. 

Kesepakatan itu dituangkan dalam MoU yang ditandatangani Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, di sela acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta, Senin, (26/3). 

Menurut Muhammad Syarif, sejatinya masyarakat Indonesia lapar buku terutama di pedesaan. Karena itu pihaknya berinisiatif untuk menyebarkan pembangunan perpustakaan hingga ke desa-desa. 

Karena itulah Perpusnas mengajak Kementerian Desa yang mengerti tentang kebutuhan desa-desa di Indonesia untuk mengetahui buku yang dibutuhkan di sana. 

“Kita harus bicara dengan menteri yang membawahi desa, buku apa yang dibutuhkan masyarakat desa sehingga nanti buku yang diberikan bisa berdaya guna dan bermanfaat bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa,” ujarnya. 

Buku-buku itu, tambah Muhammad Syarif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dasar masyarakat desa memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga bisa mengelola potensi sumber daya yang ada di desa. 

“Jadi kita tidak bisa melihat buku itu sekedar banyak di Jakarta atau di kota-kota lain namun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa,” kata Muhammad Syarif. 

Tahun ini, Kata Muhammad Syarif, ruang lingkup kerja sama dengan Kementerian Desa, salah satunya memetakan budaya baca masyarakat dan kebutuhan bahan bacaan masyarakat desa. 

Setelah itu Perpusnas akan pertemukanKementerian Desa dan penerbit di seluruh Indonesia.

“Sehingga ada kesepakatan berapa besar kebutuhan bacaan dan seperti apa isi bacaannya,” papar Muhammad Syarif.

Meski pun begitu, program ini nantinya juga perlu didukung pemerintah daerah setempat, untuk menyediakan infrastruktur perpustakaan di desa.

Sehingga koleksi buku-buku di perpustakaan di desa-desa itu bisa gampang diakses, baik dalam bentuk fisik maupun dalam format teknologi informasi.

“Dan dalam konteks ini kami berharap para penulis terutama akademisi di perguruan tinggi yang banyak melahirkan penelitian yang terkait ilmu-ilmu terapan bisa membagi ilmunya ke masyarakat desa,” kata Muhammad Syarif. 

Menurut Muhammad Syarif, buku saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat desa. Secara rata-rata nasional, 1 buku dibutuhkan sekitar 5 ribu orang. Namun di desa-desa, 1 buku dinantikan sekitar 15 ribu orang.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menyambut baik MoU antara Perpusnas dan Kementerian Desa.“Karena literasi di desa itu penting, karena kita sudah berjalan, misalnya bangunan fisik seperti PAUD itu dipakai pada pagi hari saja, siangnya atau malamnya kosong,” katanya. 

Menurut Eko, dalam hal ini Kementerian Desa akan mendorong lebih banyak desa-desa untuk bisa memiliki perpustakaan sendiri. “Selama ini sudah jalan, bukan hanya perpustakaan fisik saja, tapi juga sudah dalam bentuk digital karena bisa diakses melalui komputer,” katanya.

Posting Komentar untuk "Perpusnas dan Kementerian Desa Bekerjasama Membangun Perpustakaan Desa"